Cerita dewasa - Pembantuku Yang Masih Perawan

Pembantuku Yang Masih Perawan




Raja Emas - Cerita ini bermula ketika aku sedang mencari pembantu untuk bekerja di rumahku, yang aku cari yaitu pembantu yang seksi, payudara besar dan semok. mari kita lanjutkan ceritanya,

kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria yg bernama Andi. Karena saat itu Andi dimutasi Oleh perusahanya di kota Tasik, Andi-pun dgn terpaksa berpisah dgn Pacarnya. Sesampanya disana Andi mendapat Rumah dinas dan Andi mencari pembantu. Singkat cerita Andi-pun jatuh Cinta dgn sasa ( pembantunya) dan terjadilah skandal sexs yg hebat dirumah dinas Andi. Mau tahu kelanjutan ceritanya sobat, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Hey perkenalkan nama saya Andi, saya adalah Pria berumur 26 tahun, berkulit putih, berwajah sedang dan mempunyai tinggi dan bentuk tubuh standar. Saya akan sedikit berbagi cerita sexs saya untuk para pembaca nih.hehe. simak baik-baik yah sobat. Awal mula cerita ini ketika saat itu saya di mutasi oleh perusahaan di daerah Tasik malaya. Saya dimutasi karena saat itu kinerja di tempat kerja saya sebelumnya kurang baik

Bandar Togel - Sebenarnya saat itu saya sempat putus asa karena hal itu, ditambah lagi saya harus berpisah dgn pacar yg paling saya cintai. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi resiko saya. Karena terdesak dgn kebutuhan pada akhirnya saya-pun menerima juga keputusan untuk dimutasi. Sesampainya di Tasik saya ternyata mendapat fasilitas dari perusahaan, yaitu sebuah rumah dinas.

Saya diberikan wewenang untuk memilih rumah dinas saya sesuai selera saya. Pada akhirnya saya mendapatkan rumah kontrakan di daerah pinggiran kota,lumayanlah tipe 36. dgn fasilitas 2 kamar plus perabotan sudah ada di sana hal itu sudah cukup mebuatku senang dan nyaman. Singkat cerita setelah 1 bulan berlalu saya keteteran mengurusi rumah itu.

Maklum sajalah saya-kan laki-laki lagian saya juga bekerja berangkat pagi, dan pulang pada malam hari. Sampai pada akhirnya saat itu pada hari minggu saya pulang ke Bogor untuk bertemu pacar saya, jadinya saat itu rumah dinas saya sangat acak-acakan bahkan kotor sekali.haha. Saat itu saya ngerasa tidak nyaman, pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari pembantu untuk mengurus rumah.

Saat itu saya menyempatkan untuk mendatangi salah satu yayasan penyalur asisten rumah tangga di kota Bogor. Sesampainya disana saya memilih 1 orang yg saya pikir bisa bekerja, dan orangnya biasa saja. Akhrinya saya memilih gadis yg masih muda, kira-kira berumur 20 tahun, yg asalnya dari daerah sukabumi. Satu hal kenapa saya memilih dia, karena saat itu dia kelihatan sangat cekatan dan licah ketika praktek.

Sebenarnya sih saya tidak pernah berfikir ngeres atau macam-macam, kalau saya memang berniat macam-macam, saya pasti sudah memilih yg genit dan cantik. Karena pada saat itu ada beberapa pembantu yg genit dan lumayan cantik. Pada akhirnya saya meminta Sasa (nama samaran) untuk menjadi pembantu saya dan segera diantar ke rumah pada hari sabtu.

Bandar Togel Terpercaya - Karena saat itu saya pikir hari minggu saya akan pergi dan saya minta Sasa untuk bersihkan rumah. Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar Sasa, dan saya lunasi biaya administrasi, lalu jadilah Sasa bekerja di rumah saya. Hari minggu saya tinggal dia di rumah, untuk bersih-bersih dan cuci baju saya yg sudah menggunung. Hari senin pagi saya datang ke rumah,saya seneng banget rumah sudah bersih, rumput-rumput di bersihin depan rumah.

Baju saya-pun sudah pada wangi disetrika sama dia. Karena saya puas,saya kasih dia uang jajan 50 ribu, dia seneng banget, saya bilang itu diluar gaji dan uang makan. Saya kasih dia uang makan karena saya gak pernah makan di rumah,jadi di rumah gak pernah masak. Hari-hari berlalu, saya memang tidak pernah memandang status orang dari pekerja’nya.

Walaupun Sasa adalah pembantu, tapi dia sering cerita tentang pribadi, tentang orang tua di kampung dan lain-lain. Dari situ saya tau bahwa orang tua Sasa telah bercerai, dan Sasa di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga, saya juga tahu bahwa Sasa di kampung punya kekasih, dan kekasihnya itu sering telepon tiap hari, Sasa kadang mengeluh juga karena kekasihnya ini sering meminjam uang tetapi tidak di bayar.

Saya sering nasihati dia supaya lebih hati-hati dengan kekasih'nya, lebih-lebih cowok kayak gitu. Dan dia-pun mengangguk. Kami tiap malam nonton TV bareng, terkadang becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dan sebagainya. Terkadang kalau saya lagi ada duit saya beliin dia baju karena saya tahu bajunya itu2 aja.

Tidak terasa ssudah 3 bulan Sasa kerja di rumah, dan kelihatan dia sangat betah,terlihat dari badan dia yg sekarang menjadi lebih gemuk di banding saat pertama datang. tetapi hal itulah yg mengganggu pikiran saya. Body nya justru membuat saya bergairah, buah dadanya yg dulu kelihatan kecil sekarang sudah malah kelihatan motok dan padat.

Ditambah lagi pantatnya yg dulu biasa aja sekarang menjadi menarik…haduh…saya pikir bahaya ni. Namun saya buang jauh-jauh perasaanku itu. Secara diam-diam saya suka ngintip dia kalau habis mandi. Terkadang saya juga curi-curi pandangan ke arah pahanya kalau dia lagi memakai baju daster dan duduk sembarangan. Pada suatu hari saya mendapat tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan.

Ketika itu saya-pun harus pergi selama kruang lebih 2 minggu. Saya pergi dan sebelumnya saya sudah berpamitan pada Sasa dan berpesan supaya dia hati-hati menjaga rumah selama saya pergi. Di kalimantan saya selalu sms dia untuk menanyakan kabar,dan saya mulai memberanikan untuk sms yg bernada memancing seperti,

“ Kamu sudah mandi belum Sasa manis? ”, ucapku disms.

Saat itu dia-pun membalas dgn sms,

“ Sudah A’ak Sayaang ”, balasnya .

Dan saya sempat memancing-mancing dia dgn sms bahwa sebenarnya saya suka sama dia, tetapi takut di tolak karena Sasa sudah punya cowok.Tidak di sangka Sasa membalas dgn sms yg sangat mengagetkan,

“ A’ak kenapa nggak bilang dari dulu, Sasa juga suka banget ma A’ak, tetapi Sasa takut, Sasa-kan cuma pembantu ”, ucap Nalsa.

Sudah lama aku menunggu jawaban yg seperti ini, setelah mendapat sms seperti itu saya-pun langsung menelpon dia. Percakapan kami ditelepon-pun mengobrol panjang lebar tentang seringnya saya curi-curi pandang dan lain-lain. Singkat cerita sampai akhirnya saya-pun pulang ke Bogor, saat itu saya langsung menuju rumah.

Sasa menyambut dgn senyuman malu, saya-pun mencubit lengannya karena saya sudah kangen sekali dgn Sasa. Kemudian saya beranikan mengajak Sasa mengobrol malam itu, kami-pun mengobrol. Namun pada saat kami mengobrol terlihat sekali Sasa sangat kaku dan tidak seperti biasanya, lalu saya-pun bertanya,

“ Kamu kenapa Sa kog kaku begitu sih kayaknya”, tanyaku.

“ Nggak kenapa-napa kog A’ak akunya…hehe … ” jawab Sasa.

Kemudian saya-pun duduk mendekati Sasa, saat itu Sasa terlihat sangat gelisah. Kemudian saya memberanikan diri dgn mendekatkan bibir saya ke bibir Sasa. Saat itu dia sempat sedikit menghindar, tetapi dgn sedikit memaksa pada akhirnya kami-pun berciuman juga. Mulailah saya memainkan lidahku pada bibir Nalsa. Saat itu kami bergumul dgn mesra dan hangatnya.

dgn ditemani hujan bibir kami saling memainkan lidah kami dgn liarnya. Pda malam itu kamipun hanya sekedar Kissing dan berpelukan saja. Saya tipe laki-laki yg tidak ingin terburu-buru untuk melakukan sesuatu dalam segala hal termasuk dalam masalah Sexs. Sebenarnya saya juga tidak bisa langsung ML pada malam itu, takut jika Sasa akan meminta pertanggunganku kalau sampai dia kenapa-napa.

Pada keesokan harinya, tepatnya sepulang kerja, sesampainya dirumah saya langsung mandi. Seusai mandi saya mengobrol dgn Sasa, Kini Sasa-pun sudah mulai relaxs seperti dulu lagi. Saat itu Sasa yg sedang nonton TV, saya di sebelahnya, yg berbeda adalah sekarang Sasa sudah berani duduk berdekatan dan mulai menempel kepada saya.

Ketika itu saya mulai membuka pembicaran tentang hubungan Sasa dgn kekasihnya yg berada di kampung. Saya bertanya sejauh apa hubungan yg mereka lakukan ketika berpacaran. Sasa-pun mulai bercerita bahwa mereka memang sering berciuman, dan Sasa juga pernah memegang Penis kekasihnya, begitu pula sebaliknya. dgn berpura-pura cemburu aku-pun pura-pura pergi ke kamar.

Sasa mengejar saya ke kamar..dia minta maaf dan berkata bahwa dia masih Virgin. Saya-pun berkata pada Sasa, saya tidak percaya karena saya belum bisa percaya kalau belum membuktikannya Sendiri. Saat itu kami-pun sedikit beradu argument dan saya minta pembuktian kalau Sasa memang masih benar-benar Virgin.Tidak kusangka saat itu Sasa langsung membuka daster yg di pakainya, dan,

“ Kalau A’ak nggk percaya, Sasa bakal buktikan kalau Sasa memang masih Virgin, nih lihat dan coba aja sendiri Aa’k ” . ucap Sasa sembari menunjukan kewanitaan-nya kearahku yg masih terbalut oleh celana dalamnya.

“ Ja… ja… jangan Sa, aku belum berani untuk bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu ”, ucapku agak sedikit takut.

“ Udah Aa’k nggak usah mikirin tanggung jawab, yg penting Sasa akan buktikan kalau memang Sasa masih Virgin ”, ucapnya dgn raut muka yg serius.


Lalu Sasa-pun mendekati saya dan sekarang dia hanya mengenakan BH dan Celana dalam saja. Gila nih cewek, ucap saya dalam hati. Saat itu, seketika kejantanan saya-pun langsung menegang maksimal, laki-laki mana sih yg tahan ketika secara langsung melihat apa yg selama ini diinginkan. Dan… saat itu saya sejenak terdiam karena bingung dgn apa yahg harus saya lakukan

Ditengah kebingungan saya, saat itu bibir Sasa dgn cepatnya sudah melumat bibir saya begitu saja. Kami-pun mulai berciuman di pinggir tempat tidurku, tangan saya secara spontan mulai bergerilya menuju buah dada Sasa. Setelah posisi tanganku tepat di buah dada Sasa, lalu saya mulai membelai buah dada Sasa. Lalu aku membuka BH yg membungkusnya.

Kemudian saya rebahkan Sasa di ranjang, saat itu Sasa tersenyum. Tanpa banyak kata saya-pun mulai melumat puting susu Sasa, dan tangan saya mulai menjamah paha Sasa yg mulus itu,

“ Oughhhh…. A’k… Ssss… Aghhhhh… ”, desah lirih Sasa.

Lalu tangan saya mulai beranjak menuju selangkangan Sasa. Ketika itu saya bermain di pinggiran kewanitaan Sasa yg masih terbungkus celana dalam. Saat itu psosi saya masih terus menjilati puting susu Sasa yg sudah mulai mengeras itu. Tangan saya yg tadi bermain dipinggiran kewanitaan Sasa, kini saya mencoba membuka celana dalam Sasa

“ Oughhhh… A’k … Eummm… ”, desah lirihnya lagi.

Lalu dgn cepat, saya membuka celana dalam'nya, kaos dan tak lupa saya juga membuka celana dalam yg saya pakai saat itu. Lalu saya kembali melumat bibir Sasa, kini tangan saya mulai memainkan Kewanitaan Sasa,

“ Eughhhhh… A’k… terus… A’k… ughhhh… ”, ucap Sasa mulai menikmati.
Kewanitaan Sasa yg ditumbuhi dgn bulu yg tidak terlalu lebat, saya sibakan dgn jari-jari saya. Mulailah aku memainkan dan mengelus clitoris Sasa,

“ Ughhh… Aghhhh… Enak A’k… Oughhhh…. ”, udapnya.

Jari-jari saya mulai bermain pada liang senggama Sasa, disusul dgn mulut saya yg masih menghisap dan menjilati buah dada Sasa. Merasakan permainanku itu tangan Sasa-pun mulai memegang dan mengelus-elus kejantanan saya yg sudah menegang dan sedikit mengeluarkan lendir-lendir kejantanan saya.

“ Ihhh… punya A’ak besar yah, ”, ucap Sasa.

Tanpa menjawab saya-pun hanya tersenyum sambil kembali melumat bibir Sasa dan memainkan jari-jariku pada kewanitaan-nya. Lalu bibir saya mulai berpindah ke buah dada sebelah, kemudian turun menjilati perutnya dan pada akhirnya sampailah pada kewanitaan Sasa yg sudah becek. Lalu saya membuka paha Nalsa dgn perlahan dan kini posisi saya-pun mulai merunduk.

Lalu saya mulai menyibak kedua belahan kewanitaan Sasa dgn tagan saya, lalu lidah saya mulai bermain di bibir kewanitaan Nalsa. So wow Mannn, mantap vagina perawan Sasa itu,

“ Aoww… Ughhh… Sss… Aghhhh ”, desah Sasa.

Sasa mendesah ketika bibir kewanitaannya saya jilati, lidah saya mulai menusuk-nusuk liang kewanitaannya dan sesekali lidah saya bermain di clitoris Nalsa.

“ Oughhhhh… A’ak….”, desah Sasa semakin keras.

Kira-kira pada saat itu saya menjilati kewanitaannya Sasa selama 10 menit. Setelah puas, saya-pun kembali melumat buah dada Sasa. Saat itu Putingnya saya jilati melingkar dgn jari saya saat itu bermain kembali pada liang kewanitaan Sasa yg becek oleh ledir senggama-nya. saat itu Sasa terus mendesah

“ Aghhh… Oughhh… A’k, nikmat sekali A’k… Oughhh… Yeah… Aghhh… ughhh… ” Sasa memanggil nama saya dalam desahannya.

Tanpa menunggu-nunggu lagi,saya-pun siapkan Torpedoku yg sudah konak maksimal, lalu saya arahkan torpedoku ke kewanitaan Sasa yg sudah basah itu.Saat itu saya lebarkan pahanya dan saya arahkan tepat pada liang senggama Sasa dan saya tekan dgn perlahan,

” A’a… ouwh… sakit A’k… aduhh… ”, ucap Sasa kesakitan.

Sasa sedikit meringis ketika torpedo saya mulai masuk ke kewanitaannya,
Saya tekan sedikit demi sedikit Torpedo saya semakin dalam,

“ A’ak… sakit… ughhhhhhh…. ”, Sasa mendesah sembari menutup matanya.

Saat itu saya keluar masukan secara konstan, sedikit demi sedikit saya tekan agar bisa menemmbus selaput darah Sasa,

“ Ouwgh… A’k… Sss… Aghhh…” desah Sasa semakin keras.

Saya-pun terus berusaha mengenjot kewanitaannya dan

“ Blessssssssss ”

Masuklah semua batang kejantanan saya,

“ Aowwwwww…. Aduhhhhhh… Sakit A’k… Hu… uu… uuu… ”, rintih Sasa kesakitan.

“ Sakit ya Sayaang ? tahan ya Sayaang nanti kalau udah biasa juga enak kok… Sss… aghhh… ”, ucapku menenangkan Sasa.

Setelah itu tiba-tiba keluarlah darah dari liang Vaginanya yg menandakan selaput darah-nya telah tertembus oleh kejantananku. Melihat itu saya mulai mengenjot lagi lebih cepat, darah semakin banyak, saya genjot terus liang senggama Sasa

“ A’ak… sakiiiiiit….ouwhhh… Pelan-pelan A’k…”, pinta Sasa mendesah sambil memejamkan matanya.

Sembari terus menggenjot liang senggama Sasa aku mencoba menenangkan Sasa lagi, “ Tahan dulu ya Sayaang, bentar lagi sakitnya juga hilang ”, ucapku menenangkan Sasa lagi sembari terus menghujani Sasa dgn genjotan kejantananku.

Torpedo saya secara terus menerus keluar nasuk di kewanitaan Sasa, sampai-sampai darah Virginnya Sasa tidak keluar lagi. Saya goyangkan kejantanan saya dalam kewanitaannya, kini saya mulai meghujam lebih dalam dan cepat

“ Ughhh… Auw… Sssss… Aghhh… Yaa… Terus A’k, nikmat A’k… Agh… agh… agh… ”, desah Sasa mulai melupakan sakitnya tadi.

Kini kewanitaannya semakin licin karena terbanjiri oleh lendir kawin Sasa. Hal itu menandakan Sasa sudah mendapatkan Orgasme-nya dan saya-pun memepercepat genjotan saya

“ Sungguh nikmat sekali Vagina kamu Sayaang … oughhh… ”, ucapku.

“ Iya A’k, Ughhh… A’ak juga hebat sekali… Sss.. Aghhh…”, ucap Sasa di ikuti dgn desahannya.

Saat itu Sasa mencengkeram pundak saya, dan tangannya mencakar pantat saya. Tempo permainan sexs-kupun kini tambah ku percepat, setelah kira-kira 15 menit aku terus menggenjot Vagina Sasa, tiba-tiba kejantananku merasa berdenyut, dan badanku mulai mengejang,

“ Eughhh… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt…”,


akhirnya saya-pun orgasme juga, kejantananku menyemburkan lahar panasnya sampai 5 kali semprotan didalam liang senggama Sasa. Sperma yg begitu banyaknya membanjiri Vagina Sasa yg sudah tidak perawan lagi karenaku. Lalu setelah itu Sasa

“ Sekarang A’ak udah percaya-kan kalau Sasa masih Virgin ? ”, ucap Nalsa memastikan keperawananya tadi.

“ Iya Sasa Sayaang, aku percaya sekali sama kamu mulai saat ini… Makasih ya Sayang udah kasih aku kenikmatan yg luar biasa ini ”, ucapku girang.

Lalu kamipun tersenyum dan kami-pun saling berpelukan erat. Saat itu permainan sexs kami tidak berhenti begitu disitu saja. Saat itu saya meminta Sasa supaya kencing dulu dan membersihkan kewanitaannya, saya pengen bermain sexs 4 ronde malam ini .hehe. Malam itu kami-pun bermain hingga 4 ronde, dan setelah selesai 4 ronde kami-pun tekapar lemah tak berdaya dan sampai akhirnya kami tertidur lelap.

Singkat cerita keesokan harinya saya mengajak Sasa ke bidan yg jauh dari rumah saya untuk meminta agar Sasa suntik KB. Sasa-pun mau dgn KB suntik itu, dan kami-pun hingga sat ini masih berhubungan. Satu hal yg membuat saya tidak bisa lepas dari Sasa adalah aroma kewanitaan Sasa sangat wangi tanpa bau anyir dan tak sedap sedikitpun.

Ditambah lagi Sasa juga pandai dalam hal mengkulum kejantananku, padahal dia tergolong baru mengenal sexs yg seperti ini dgn saya, mungki tu semua adalah bawaan dari orok.heehe. Sasa sangat berbeda sekali dgn pacar saya, Vagina pacar saya tidak wangi seperti punya Sasa dan tidak pandai dalam bermain sexs, temasuk dalam mengkulum atau menyepong kejantananku.

Saya menjadi jarang pulang ke Bogor, saya malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex seharian bareng Sasa, semua gaya sudah kami mainkan, bahkan anal sudah kami praktekan. Istimewanya Sasa, dia tidak pernah meminta saya untuk menikahi dia. Karena dia-pun tak mungkin memutuskan hubungan dgn kekasihnya yg berada dikampung yg sudah di jodohkan oleh orang tuanya.

Entah kapan kami terus begini, jujur sungguh nikmat sex bukan karena status, tetapi karena sebuah belahan daging yg berada disela paha para wanita. Haaha. Pesan untuk yg suka maen sex sama pembantunya. Saran dari saya adalah,

“ Pembantu juga manusia,yg butuh kasih Sayang dan materi”, kata bijak versi saya,hehe.

Oh iya, selain gaji bulanan, saya juga memberi gaji tambahan 1,5 juta/bulan untuk Sasa , ditambah lagi saya juga memberika uang jajan 50 ribu/hari untuk sasa agar dia bisa merawat kewanitaan yg mantap itu, demi kepentingan kami bersama.


Sekian cerita saya di Artikel ini ya sobat.....

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »